Beberapa waktu lalu seorang peneliti keamanan independen,
Wesley Winerberg telah menemukan sebuah kerentanan baru pada layanan
berbagi foto milik Facebook, Instagram. Dalam postingan blognya,
Wineberg mengungkapkan jika ia mampu membobol dan melakukan kontrol
penuh untuk layanan berbagi foto dan video tersebut.
Seperti dilaporkan oleh NDTV (20/12/15), Wineberg mengungkap jika
dirinya menemukan kerentanan pada infrastruktur Instagram di mana hal
tersebut memungkinkan ia mampu mengakses kode sumber untuk versi terbaru
Instagram. Kerentanan diduga juga memungkinkan Wineberg mendapat akses
ke sertifikat SSL dan kunci pribadi untuk Instagram.com, server email
kredensial, kunci untuk beberapa fungsi lain yang cukup riskan termasuk
pada iOS dan android dan banyak lainnya.
Kerentanan diduga juga memungkinkan Wineberg untuk mengakses akun
beserta password karyawan. "Saya mendapat akses penuh ke layanan kunci
Instagram. Hal ini memungkinkan saya bisa meniru dengan bebas sistem
pada Instagram atau masuk ke server dengan kedok sebagai pengguna valid
atau karyawan resmi," ujar Wineberg dalam postingan di blog resminya.
Alih-alih mendapat apresiasi atas temuannya, Wineberg malah mengaku
mendapat ancaman tindakan hukum dari pihak Facebook. Pria itu mengaku,
pihak Facebook sempat menawarinya hadiah uang sekitar USD 2.500 untuk
penemuan ini. Namun, saat ia kembali mengungkapkan temuan kerentanan
pada Instagram, pihak Facebook melalui CSO-nya Alex Stamos malah
mengancam akan menempuh jalur hukum untuk menindak hasil temuannya ini.
"Meski saya sudah mencoba mengikuti aturan Facebook terkait
pengungkapan kerentanan pada layanannya, saya saat ini masih terancam
mendapat tuntutan hukum dan kriminal, dan itu semua disampaikan melalui
bos saya, CEO Synanck Jay Kaplan," tulis Wineberg.
Menanggapi hal ini, Stamos dalam sebuah postingan di Facebook
mengungkap jika sikap Wineberg selama ini tak kooperatif. Stamos
menjelaskan bahwa pihaknya pun sudah mengapresiasi hasil temuan Wineberg
dengan menawarkan sejumlah hadiah uang yang disesuaikan dengan program
Bug Bounty.
Namun sayangnya, Wineberg dikabarkan menolak jumlah yang ditawarkan
dan malah mengungkapkan kerentanan-kerentanan lainnya ke publik. Hal
inilah, yang akhirnya membuat Stamos menilai apa yang dilakukan oleh
Wineberg ini sangatlah tak etis dan untuk itulah pihak Facebook akhirnya
berencana akan menempuh jalur hukum dalam rangka menyelesaikan masalah
ini.
Jangan sampai ketinggalan berita terkini, langganan newsletter kami sekarang!

